Laporan Akhir
JURNAL PRAKTIKUM POTENSIOMETER, TAHANAN GESER DAN JEMBATAN WHEATSTONE
Nama : Nabila Rahmazia Putri
No BP : 2410951016
Tanggal Praktikum : 11 Maret 2025
Asisten : Vinshen lee & Muhammad Agung Maulana
1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur
Nama Alat |
Model | Prinsip Kerja | Tingkat Ketelitian | Posisi Alat Ukur | Kelas Isolasi | Jenis Input | Range Skala | Faktor Pengali |
Sensitivitas |
Voltmeter I | 2011 | Kumparan putar | 0,5 | Horizontal | Standar Industri(3) | DC | 0-30, 0-100 | 100, 30, 10, 3 | 1000 ohm/V |
Amperemeter II | 2013 | Besi putar | 0,5 | Horizontal | Standar Industri (3) | AC | 0-20, 0-5 | 2, 5, 10, 20 | 45- 65 Hz |
2. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Seri
No. |
Xn | R (Ω) | R multimeter (Ω) | R terhitung (Ω) | I Total (A) | V Total (V) |
1. | Xa | 220 (P) | 221,4 | 4.300 | 0,36 mA | 1,548 V |
Xb | 550 (P) | 541 | 10.722,22 | 0,36 mA | 3,86 V | |
Xc | 1000 (T) | 980 | 19.305,55 | 0,36 mA | 6,95 V | |
2. | Xa | 1000 (P) | 980 | 8.097,22 | 0,36 mA | 2,915 V |
Xb | 1500 (P) | 1.545 | 9.908,33 | 0,36 mA | 3,567 V | |
Xc | 2000 (T) | 1.953 | 16.333,33 | 0,36 mA | 5,88 V |
3. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Paralel
No. |
Xn | R (Ω) | R multimeter (Ω) | R terhitung (Ω) | I Total (A) | V Total (V) |
1. | Xa | 220 (P) | 220 | 223,32 | 0,0536 | 11,97 |
Xb | 550 (P) | 546 | 541,629 | 0,0221 | 11,97 | |
Xc | 1000 (T) | 1055 | 979,5417 | 0,0122 | 11,97 | |
2. | Xa | 1000 (P) | 1024 | 1005,88 | 0,0119 | 11,97 |
Xb | 1500 (P) | 1509 | 1496,25 | 0,008 | 11,97 | |
Xc | 2000 (T) | 2048 | 1995 | 0,006 | 11,97 |
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
Rs (Ω) | Rx Multimeter (Ω) | Rx Terhitung (Ω) | R toleransi (%) |
2.960 | 1.366 K ohm | 1.345 K ohm | 1,53733% |
1. Mengamati dan Memahami Simbol serta Data dari Alat Ukur
a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini:
• Voltmeter (model 2011)
• Amperemeter (model 2013)
b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.
c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskan karakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.
2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
Gambar 1.4. Rangkaian Seri
3.Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Paralel
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.5
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
Gambar 1.5. Rangkaian Paralel
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.6
b. Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.
c. Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.
d. Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.
e. Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone.
f. Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.
g. Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter.
h. Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.
i. Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.
Gambar 1.6. Rangkaian Jembatan Wheatstone
VIDIO PERCOBAAN PBL MODUL1 KELOMPOK 28
1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!
Jawab :
- Voltmeter → Berfungsi untuk mengukur tegangan pada rangkaian. Pada penggunaannya, voltmeter dipasang secara paralel terhadap objek yang akan diukur tegangannya.
- Amperemeter → Berfungsi untuk mengukur arus yang mengalir. Pada penggunaannya, amperemeter dipasang secara seri terhadap objek yang akan diukur arusnya.
- Multimeter → Berfungsi sebagai mengukur tegangan, arus, dan hambatan multimeter digital memiliki display untuk pembacaan yang akurat.
4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheastone!
Karena persen R = 1,53733% < 5% hal ini menunjukkan bahwa kesalahan dalam penggunaan jembatan wheatstone sangat rendah dan menghasilkan tingkat ketelitian dan keakuratan yang tinggi.
Laporan akhir klik disini
Video percobaan klik disini
Video analisis klik disini




Komentar
Posting Komentar