LAPORAN AKHIR



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

Nama : Nabila Rahmazia Putri

No BP : 2410951016

Tanggal Praktikum : 18 Maret 2025

Asisten : Ghina Salsabila dan Luthfiani Afifah

 

Oscilloscope

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik 

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

2,4 V

-

-

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

42,4 V

100 Us

1 KHz

 

2. Membandingkan Frekuensi

Jenis Gelombang

Frekuensi oscilloscope

 Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

1 KHz

1 KHz

Gigi gergaji

1 KHz

1 KHz

Pulsa (Kotak)

1 KHz

1 KHz

 

3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous 

Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

 10.000 Hz

10.000 Hz 

 

1 : 2

 10.000 Hz

20.000 Hz 

 

2 : 1

 20.000 Hz

10.000 Hz 

 

1 : 3

 10.000 Hz

30.000 Hz 

 

3 : 1

 30.000 Hz

10.000 Hz 

 

 

2 : 3

 20.000 Hz

30.000 Hz 

 

3 : 2

 30.000 Hz

20.000 Hz 

 


4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri 

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,3009 watt

 0,633 V

0,21 A 

 0,1329 watt

2 Lampu

 0,8807 watt

 1,153 V

0,21 A 

 0,2421 watt 

3 Lampu

 1,3288 watt

 1,588 V

0,21 A 

 0,2790 watt

 

5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,5629 watt

 1,63 V

0,25 A 

0,4075 watt 

2 Lampu

1,0782 watt

 1,63 V

0,05 A 

0,0815 watt 

3 Lampu

 1,5679 watt

 1,63 V

0,012 A 

0,0195 watt

 


2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron.

b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut

● Tegangan Searah

a. Atur output power supply sebesar 4 Volt.

b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply.

c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

· Tegangan Bolak Balik

a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2


Pengukuran Daya

5. Mengukur Daya Satu Fasa

 

a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt.

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter.

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel.

d. Catat penunjukan dari wattmeter.

 


3. Video Percobaan [Kembali]




4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum Osisloskop Digunakan?

Jawab:

Kalibrasi perlu dilakukan sebelum menggunakan osiloskop untuk memastikan hasil pengukuran akurat dan dapat diandalkan. Kalibrasi membantu menyesuaikan parameter dasar osiloskop seperti tegangan per divisi, waktu per divisi, dan posisi nol. Tanpa kalibrasi, osiloskop dapat memberikan pembacaan yang tidak tepat, menyebabkan kesalahan interpretasi sinyal dan hasil pengukuran yang tidak valid.

2. Jelaskan perbedaan Teganan AC Dan DC pada osisloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!

Jawab:

  • Tegangan DC: Menampilkan garis lurus horizontal pada osiloskop, dengan amplitudo konstan, tidak memiliki frekuensi atau perioda karena nilainya tidak berubah terhadap waktu.
  • Tegangan AC: Menampilkan bentuk gelombang yang berubah-ubah (biasanya sinusoidal), dengan amplitudo yang bervariasi, memiliki frekuensi tertentu (berapa kali gelombang berulang per detik) dan perioda terukur (waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus gelombang lengkap).

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda!

Jawab:

  • Gelombang sinus: Bentuk gelombang standar yang bergerak secara halus antara nilai maksimum dan minimum, banyak ditemukan pada sinyal ilmiah. Frekuensi rendah menghasilkan perioda panjang,dan frekuensi tinggi menghasilkan perioda pendek

  • Gelombang kotak: Berubah secara cepat antara dua nilai tegangan, digunakan untuk pengujian respons transien dan switching. Dua level tegangan (tinngi atau rendah dengan transisi panjang), frekuensi tinggi menghasilkan perida pendek. 

  • Gelombang segitiga: Naik dan turun dengan kecepatan konstan, berguna untuk menguji linearitas rangkaian, frekuensi rendah menghasilkan puncak yang lebar, frekuensi yang tinggi menghasilkan puncak yang lebih rapat 

  • Gelombang gigi gergaji: Naik secara bertahap kemudian turun cepat (atau sebaliknya), digunakan dalam aplikasi pemindaian, frekuensi rendah mengasilkan perioda lebih panjang, frekuensi tinggi menghasilkan perida yang lebih pendek 

 

4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban seri!

    Jawab:

Pada rangkaian seri, arus yang mengalir sama pada setiap komponen. Daya terukur dengan wattmeter seharusnya sama dengan daya terhitung (P = VI atau P = I²R). Jika terdapat perbedaan, kemungkinan disebabkan oleh:

  •     Kesalahan pengukuran instrumen
  •     Kerugian daya pada kabel atau sambungan
  •     Faktor daya pada beban induktif/kapasitif
  •     Kesalahan pembacaan atau perhitungan

 5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!

    Jawab:

Nilai daya yang terukur dan nilai daya yang didapatkan berbeda. hal ini dikarenakan praktikan yang kurang teliti, kesalahan membaca hasil pengukuran, dan tidak mengkalibrasi alat.


video analisa modul 2



5. Download File[Kembali]

1. download laporan akhir (klik)

2. download video percobaan (klik)

3. download video analisa (klik)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL 4

MODUL 3

MODUL 2