MODUL 4

APLIKASI : GREEN HOUSE (PENGERINGAN BIJI KOPI)



1. Pendahuluan[Kembali]

Proses pengeringan biji kopi merupakan salah satu tahapan penting dalam pascapanen yang berpengaruh besar terhadap kualitas akhir kopi. Pada umumnya, pengeringan dilakukan secara manual dengan cara menjemur biji kopi di bawah sinar matahari langsung. Metode tradisional ini sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga waktu pengeringan menjadi tidak menentu dan hasilnya sering kali kurang merata. Ketika cuaca mendung atau hujan, proses pengeringan dapat terganggu bahkan terhenti sama sekali, yang berpotensi menyebabkan pertumbuhan jamur dan menurunkan mutu biji kopi. Selain itu, pengeringan manual juga memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak untuk membalik biji secara berkala agar kering secara merata.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dan meningkatkan efisiensi proses, dirancanglah sistem pengeringan biji kopi otomatis yang ditempatkan di dalam greenhouse. Sistem ini dirancang agar dapat bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan sensor suhu LM35 sebagai input utama. Sensor LM35 berfungsi mendeteksi suhu di dalam ruang pengering dan memberikan data suhu aktual kepada mikrokontroler. Berdasarkan data tersebut, sistem akan secara otomatis mengatur kerja heater (pemanas) dan kipas sesuai dengan suhu yang diinginkan. Jika suhu di bawah batas minimum, heater akan menyala untuk meningkatkan suhu ruangan, sedangkan ketika suhu melebihi batas maksimum, kipas akan aktif untuk menurunkan suhu dan menjaga kondisi tetap stabil.

Selain bekerja secara otomatis, sistem ini juga dilengkapi dengan sensor touch sebagai kontrol manual. Fungsi dari sensor ini adalah memberikan kemudahan bagi operator untuk menyalakan atau mematikan sistem, serta beralih antara mode otomatis dan manual tanpa harus membuka panel kontrol secara fisik. Dengan adanya fitur ini, operator memiliki fleksibilitas dalam mengoperasikan alat sesuai kebutuhan, misalnya saat melakukan perawatan atau pengujian fungsi sistem.

Secara keseluruhan, penerapan sistem pengeringan otomatis berbasis sensor LM35 dan sensor touch ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi ketergantungan pada cuaca, dan menghasilkan biji kopi yang kering secara lebih merata. Selain itu, penggunaan greenhouse juga membantu melindungi biji kopi dari debu, kotoran, dan kelembapan berlebih dari lingkungan luar. Dengan demikian, hasil akhir pengeringan menjadi lebih berkualitas, stabil, dan siap untuk diproses ke tahap berikutnya seperti pengupasan atau penyangraian.

 

2. Tujuan[Kembali]

Tujuan dari pembuatan aplikasi pengeringan biji kopi adalah sebagai berikut:

  • Membuat prototipe pengering biji kopi otomatis di greenhouse berbasis sensor LM35.
  • Mengimplementasikan kontrol heater dan kipas otomatis serta kontrol manual lewat sensor         touch.
  • Meningkatkan efisiensi pengeringan dan menghasilkan biji kopi yang kering lebih merata.

3. Alat dan Bahan [Kembali]

Bahan

1. OP AMP (TL 082)


Op-Amp TL082 adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik (operational amplifier) yang digunakan untuk memperkuat sinyal input menjadi sinyal output dengan nilai yang lebih besar. Komponen TL082 ini diproduksi oleh Texas Instruments dan termasuk dalam keluarga dual operational amplifier dengan teknologi input JFET. TL082 memiliki keunggulan berupa impedansi input yang tinggi, arus bias input yang sangat kecil, serta kecepatan respon yang tinggi. Selain itu, TL082 juga memiliki tingkat kebisingan rendah dan linieritas yang baik, sehingga sangat cocok digunakan dalam berbagai aplikasi seperti penguat sinyal sensor, rangkaian filter aktif, serta sistem kendali analog tanpa memerlukan penyetelan yang rumit.

2. TRANSISTOR (D882)
Transistor D882 adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat arus maupun saklar elektronik dalam suatu rangkaian. Komponen ini termasuk jenis transistor NPN silikon daya menengah yang mampu menangani arus kolektor hingga 3 ampere dan tegangan kolektor-emitor maksimum sebesar 30 volt. Transistor D882 memiliki gain arus tinggi, respon switching cepat, serta stabilitas termal yang baik, sehingga mudah digunakan pada berbagai rangkaian kendali dan penguat daya. Dengan kemasan TO-126, transistor ini sering diaplikasikan pada penguat audio, pengendali relay, serta rangkaian power amplifier sederhana, karena kinerjanya yang stabil dan tidak memerlukan penyetelan tambahan yang rumit.

3. TRIMPOT 
Trimpot adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai resistor variabel yang dapat diatur tingkat resistansinya sesuai kebutuhan rangkaian. Komponen ini biasanya digunakan untuk kalibrasi atau penyetelan nilai tegangan dan arus pada suatu sistem agar mencapai performa yang diinginkan. Trimpot memiliki tiga terminal, yaitu dua terminal untuk resistansi tetap dan satu terminal geser (wiper) yang dapat diubah posisinya menggunakan obeng kecil. Dengan memutar porosnya, nilai resistansi dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Trimpot banyak digunakan pada rangkaian sensor, pengatur gain amplifier, pengatur kontras display, serta sistem kendali otomatis, karena kemampuannya dalam memberikan penyesuaian yang presisi dan stabil dalam jangka waktu lama.

4. RELAY 
Relay adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar elektromekanis yang dikendalikan oleh arus listrik. Komponen ini bekerja dengan memanfaatkan medan magnet yang dihasilkan oleh lilitan kawat (koil) untuk menggerakkan saklar mekanik di dalamnya. Ketika arus listrik mengalir melalui koil, medan magnet yang terbentuk akan menarik tuas logam (kontak), sehingga menghubungkan atau memutuskan arus pada rangkaian lain. Dengan prinsip kerja tersebut, relay dapat digunakan untuk mengendalikan beban bertegangan atau berarus besar menggunakan sinyal berarus kecil, seperti dari mikrokontroler atau sensor. Relay banyak digunakan pada sistem otomatisasi, rangkaian pengendali motor, proteksi listrik, serta rangkaian switching, karena kemampuannya untuk memberikan isolasi antara rangkaian kendali dan rangkaian daya serta bekerja secara andal dalam berbagai kondisi operasi.

5. SENSOR LM 35 

Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika  yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.

 6. SENSOR TOUCH

Sensor touch adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mendeteksi sentuhan manusia pada permukaannya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan kapasitansi atau resistansi yang terjadi ketika jari manusia menyentuh area sensornya. Ketika sentuhan terjadi, muatan listrik tubuh manusia memengaruhi medan listrik pada permukaan sensor, sehingga rangkaian internal mendeteksinya sebagai sinyal aktif. Sensor touch banyak digunakan pada sistem kendali otomatis, seperti saklar sentuh, panel kontrol, perangkat IoT, dan sistem keamanan, karena cara kerjanya yang praktis, sensitif, serta tidak memerlukan tekanan mekanis. Selain itu, sensor ini memiliki daya tahan tinggi dan umur pemakaian yang lama, karena tidak memiliki bagian bergerak seperti tombol mekanik pada umumnya.

7.RESISTOR (1/4 WATT)
Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R). 
Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai resistor:
Tabel warna

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau   = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak  = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan spesifikasi

8. JUMPER
9. POWER SUPPL
Power supply adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai sumber daya listrik bagi berbagai rangkaian atau perangkat elektronik. Komponen ini mengubah tegangan listrik dari sumber utama (seperti listrik PLN atau baterai) menjadi tegangan DC yang stabil sesuai kebutuhan rangkaian. Power supply umumnya terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu transformator, penyearah (dioda), filter (kapasitor), dan regulator tegangan yang bekerja bersama untuk menghasilkan keluaran yang bersih dan konstan. Dalam penerapannya, power supply digunakan untuk memberikan tegangan kerja pada sensor, mikrokontroler, rangkaian penguat, maupun sistem kendali otomatis. Selain itu, power supply memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas dan keandalan sistem elektronik, karena gangguan pada sumber daya dapat memengaruhi kinerja seluruh rangkaian.

10. POWER SUPPLY BREAD BOARD 
11. HEATER 100 WATT 

12. FAN 5 V
13. BREAD BOARD 

14. BOX BENING 
15. PCB 




4. Dasar Teori [Kembali]

SENSOR TOUCH

Sensor Sentuh adalah sensor elektronik yang dapat mendeteksi sentuhan. Sensor Sentuh ini pada dasarnya beroperasi sebagai sakelar apabila disentuh, seperti sakelar pada lampu, layar sentuh ponsel dan lain sebagainya. Sensor Sentuh ini dikenal juga sebagai Sensor Taktil (Tactile Sensor). Seiring dengan perkembangan teknologi, sensor sentuh ini semakin banyak digunakan dan telah menggeser peranan sakelar mekanik pada perangkat-perangkat elektronik.

 Grafik responsi sensor :



 SENSOR SUHU LM35

Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika  yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.
 
 
IC LM 35 ini tidak memerlukan pengkalibrasian atau penyetelan dari luar karena ketelitiannya sampai lebih kurang seperempat derajat celcius pada temperature ruang. Jangka sensor mulai dari –55°C sampai dengan 150°C, IC LM35 penggunaannya sangat mudah, difungsikan sebagai kontrol dari indikator tampilan catu daya terbelah. IC LM35 dapat dialiri arus 60 μA dari supplay sehingga panas yang ditimbulkan sendiri sangat rendah kurang dari 0°C di dalam suhu ruangan. Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM35 yang dapat dikalibrasikan langsung dalam C (celcius), LM35 ini difungsikan sebagai basic temperature sensor.
 

Spesifikasi :
- Dikalibrasi Langsung dalam Celcius (Celcius)
- Faktor Skala Linear + 10-mV / ° C
- 0,5 ° C Pastikan Akurasi (pada 25 ° C)
- Dinilai untuk Rentang Penuh −55 ° C hingga 150 ° C
- Cocok untuk Aplikasi Jarak Jauh
- Biaya Rendah Karena Pemangkasan Tingkat Wafer
- Beroperasi Dari 4 V hingga 30 V
- Pembuangan Arus Kurang dari 60-μA
- Pemanasan Mandiri Rendah, 0,08 ° C di Udara Diam
- Hanya Non-Linearitas ± ¼ ° C Tipikal
- Output Impedansi Rendah, 0,1 Ω untuk Beban 1-mA

Grafik respon

Resistor

Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R). 
Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai resistor:
Tabel warna

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau   = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak  = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 10^5 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

1. 

5. Prosedur Percobaan[kembali]

1. Persiapan Komponen

Sebelum merakit siapkan seluruh komponen yang diperlukan, diantaranya:


2. Perancangan Skematik Rangkaian

Langkah-langkah:

Sistem bekerja dengan dua sensor utama:

  • LM35 mendeteksi suhu ruang pengering. Jika suhu melewati batas yang ditentukan oleh trimpot (RV2), maka op-amp (TL082) akan memberikan logika HIGH ke rangkaian pengendali.

  • Sensor touch digunakan sebagai kontrol manual (misalnya: tombol ON/OFF untuk memulai atau menghentikan pengeringan).

  • Transistor D882 berfungsi sebagai penguat arus untuk mengaktifkan relay, yang kemudian mengontrol heater dan fan.

  • Relay akan menyalakan heater ketika suhu di bawah batas dan mematikannya ketika suhu terlalu tinggi, sementara fan tetap berfungsi menjaga sirkulasi udara.

A. Blok Sensor Input

  • LM35 → memberikan sinyal analog suhu.

  • Sensor Touch → mengaktifkan atau menonaktifkan sistem secara manual.

B. Blok Pengendali (Logika / Komparator)
  • Op-Amp TL082 digunakan sebagai komparator:

    • Input non-inverting (+) → sinyal dari LM35.

    • Input inverting (–) → tegangan referensi dari trimpot.

    • Output → HIGH saat suhu melebihi nilai ambang.

  • Output komparator mengatur transistor dan relay.

C. Blok Output

  • Relay 1 → mengontrol heater (100 W).

  • Relay 2 & 3 → mengontrol fan dan sirkulasi.

  • Fan 5V → menjaga aliran udara agar pengeringan merata.

  • Heater → meningkatkan suhu ruang pengering.

  • Box bening → tempat pengeringan biji kopi.

3. Perakitan Rangkaian di Breadboard

Langkah-langkah:

  • Pasang semua komponen utama (TL082, sensor LM35, trimpot, transistor, dan relay) di breadboard dengan jarak yang cukup.
  • Hubungkan jalur power supply (+5V dan GND) ke seluruh rangkaian.
  • Rangkaian sensor suhu (LM35):
    • VCC → +5V
    • GND → Ground
    • Output → ke input non-inverting (+) op-amp.
  • Trimpot (RV2):
    • Salah satu kaki → +5V
    • Kaki lain → GND
    • Wiper (tengah) → ke input inverting (–) op-amp.
  • Output op-amp → ke basis transistor D882 melalui resistor basis (sekitar 1 kΩ).
  • Transistor D882:
    • Kolektor → ke koil relay.
    • Emitor → ke GND.
    • Tambahkan dioda flyback pada koil relay untuk proteksi.
  • Relay:
    • Kontak NO (Normally Open) mengendalikan heater atau fan.
    • Pastikan relay sesuai tegangan (5V coil).
  • Sensor Touch:
    • OUT → input enable (mengaktifkan sistem).
    • HIGH saat disentuh → sistem ON, LOW → sistem OFF.
  • Fan dan Heater:
    • Dihubungkan melalui kontak relay sesuai fungsinya.
    • Heater aktif saat suhu rendah.
    • Fan aktif untuk menjaga sirkulasi udara.
  • Pemeriksaan akhir: pastikan tidak ada kabel terbalik atau jalur short sebelum menyalakan power supply.

4. Pengujian Rangkaian

Tahapan Pengujian:

A. Pengujian Sensor Suhu

  1. Hidupkan power supply.
  2. Sentuh LM35 atau arahkan sumber panas (misal hair dryer) ke sensor.
  3. Amati perubahan output op-amp:

  • Jika suhu di bawah ambang → output LOW → heater ON (relay aktif).
  • Jika suhu melewati ambang → output HIGH → heater OFF, fan tetap aktif.

B. Pengujian Sensor Touch

  1. Sentuh permukaan sensor.

  • Output menjadi HIGH → sistem aktif.
  • Lepas sentuhan → sistem nonaktif.
  • Gunakan sensor ini untuk menyalakan atau menghentikan proses pengeringan secara manual.

C. Uji Kombinasi Kerja Sistem

  1. Saat sistem aktif dan suhu masih rendah → heater ON, fan ikut menyala.
  2. Ketika suhu naik melewati ambang → relay heater OFF otomatis, hanya fan yang tetap berputar.
  3. Jika suhu kembali turun → heater ON kembali.
  4. Amati perubahan suhu ruang pengering pada setiap tahap.

5. Penyempurnaan dan Kalibrasi

  1. Putar trimpot untuk mengatur suhu ambang batas pengeringan.
  2. Pastikan relay bekerja stabil saat suhu mendekati batas.
  3. Periksa tegangan 5V agar tetap konstan.
  4. Pastikan fan dan heater bekerja bergantian dengan benar.
  5. Ulangi pengujian beberapa kali untuk memastikan sistem stabil dan efisien.


HARDWARE

HARDWARE


RANGKAIAN SIMULASI DAN PRINSIP KERJA

RANGKAIAN SIMULASI DAN PRINSIP KERJA 

Rangkaian ini merupakan sistem indikator otomatis kondisi tangki solar berdasarkan suhu dan ketinggian solar. Sistem ini menampilkan status kondisi tangki melalui seven segment display, LED indikator, serta buzzer sebagai alarm bahaya.
Secara keseluruhan, rangkaian ini terbagi menjadi tiga bagian utama:

  1. Kontrol Indikator Ketinggian Solar di Tangki (Sensor IR dan IC 4511)

  2. Deteksi Suhu Tangki dan Indikator Bahaya (Sensor Suhu dan Komparator)

  3. Indikator Kondisi Tangki dan Sistem Peringatan (LED & Buzzer dengan Gerbang Logika)

1. Kontrol Indikator Ketinggian Air Tangki (Sensor IR dan IC 4511)

Fungsi Utama

Bagian ini berfungsi untuk mendeteksi level air di dalam tangki menggunakan sensor inframerah (IR) dan menampilkannya pada seven segment display melalui IC 4511 sebagai decoder/driver.

Komponen Utama

  • Sensor Inframerah (IR Sensor): Mendeteksi ada/tidaknya air pada posisi tertentu dalam tangki.

  • IC 4511 (BCD to 7-Segment Decoder): Mengubah sinyal biner dari rangkaian logika menjadi tampilan angka pada seven segment.

  • Seven Segment Display: Menampilkan status kondisi tangki berupa angka 0–3.



Prinsip Kerja

  • Kondisi Input dari Sensor IR:
    Sensor IR menghasilkan logika digital HIGH (1) atau LOW (0) tergantung pantulan cahaya dari permukaan air.
    Logika dari sensor masuk ke input IC 4511 melalui kombinasi gerbang logika (U3 & U4) untuk membentuk kode BCD (Binary Coded Decimal).

  • Keluaran IC 4511:
    IC 4511 mengonversi data BCD tersebut menjadi tampilan angka pada seven segment, di mana setiap angka menunjukkan kondisi tangki:

    AngkaKondisi TangkiKeterangan
    0Suhu rendah, tangki penuhSangat aman
    1Suhu rendah, tangki kosongPerlu diisi
    2Suhu tinggi, tangki penuhBahaya
    3Suhu tinggi, tangki kosongBahaya suhu dan air habis
  • Dengan demikian, pengguna dapat langsung melihat status kondisi tangki secara visual melalui angka pada seven segment.

2. Deteksi Suhu Tangki dan Indikator Bahaya (Sensor Suhu & Komparator LM324)

Fungsi Utama

Bagian ini berfungsi untuk mendeteksi suhu air dalam tangki menggunakan sensor suhu dan mengubahnya menjadi sinyal logika (tinggi atau rendah) dengan komparator op-amp LM324.

Komponen Utama

  • Sensor Suhu (LM35): Menghasilkan tegangan analog yang sebanding dengan suhu air (10 mV/°C).

  • Resistor Variabel (RV2): Menentukan batas suhu referensi (Vref) untuk perbandingan.

  • Komparator (U2 pada LM324): Membandingkan tegangan dari sensor suhu dengan tegangan referensi.



Prinsip Kerja

  • Kondisi Suhu Normal (Rendah):
    Tegangan dari sensor suhu (Vin) lebih kecil dari tegangan referensi (Vref).
    Maka output komparator LOW (0) → menunjukkan kondisi AMAN.

  • Kondisi Suhu Tinggi:
    Tegangan dari sensor suhu (Vin) melebihi tegangan referensi (Vref).
    Output komparator menjadi HIGH (1) → menunjukkan kondisi BAHAYA.

  • Sinyal keluaran dari komparator ini kemudian diteruskan ke gerbang logika AND dan OR yang mengatur LED indikator dan buzzer alarm.

3. Indikator Kondisi Tangki dan Sistem Peringatan (LED & Buzzer dengan Gerbang Logika)

Fungsi Utama

Bagian ini berfungsi sebagai indikator akhir sistem, menampilkan kondisi tangki melalui LED hijau dan merah, serta buzzer sebagai alarm bahaya.
Rangkaian ini juga menggunakan gerbang logika AND dan OR untuk memutuskan kapan indikator bahaya harus aktif.

Komponen Utama

  • Gerbang OR (U7) dan Gerbang AND (U8): Mengolah sinyal dari sensor suhu dan sensor ketinggian air untuk menentukan kondisi bahaya.

  • LED Hijau (D1): Menyala saat kondisi tangki aman.

  • LED Merah (D3): Menyala saat kondisi bahaya.

  • Buzzer (BUZ1): Memberi peringatan suara saat suhu atau level air menunjukkan kondisi berbahaya.



Prinsip Kerja

  • Kondisi Aman:
    Jika suhu rendah (output komparator = 0) dan tangki penuh (sensor IR = 0), maka output gerbang logika menghasilkan logika 0, sehingga LED hijau (D1) menyala sebagai tanda aman, dan buzzer tidak aktif.

  • Kondisi Bahaya (Air Habis atau Suhu Tinggi):
    Jika suhu tinggi (output komparator = 1) atau tangki kosong (output sensor IR = 1), maka salah satu input gerbang OR menjadi 1.
    Output OR menjadi 1, diteruskan ke gerbang AND dan mengaktifkan LED merah (D3) dan buzzer (BUZ1) sebagai tanda bahaya.

FLOWCHART

 FLOWCHART

Mulai (Start)

Sistem pemantau otomatis diaktifkan dan siap bekerja untuk memantau kondisi tangki air dan suhu.

Deteksi Kondisi Tangki (Sensor Ketinggian Air)

Sistem akan mendeteksi apakah tangki penuh atau belum penuh.

  • Jika tangki penuh, maka sistem akan lanjut mendeteksi suhu air pada tangki.

  • Jika tangki belum penuh, sistem juga tetap melakukan pembacaan suhu untuk menentukan status LED dan tampilan seven segment.

Deteksi Suhu (Sensor Suhu)

Sensor suhu akan mendeteksi apakah suhu air dalam kondisi panas atau tidak panas.

Kondisi 1: Tangki penuh dan suhu tidak panas

  • Seven segment menampilkan angka 0.

  • LED Hijau menyala, menandakan sistem dalam kondisi aman (tangki penuh dan suhu stabil).

Kondisi 2: Tangki penuh dan suhu panas

  • Seven segment menampilkan angka 2.

  • LED Merah menyala dan buzzer aktif, menunjukkan peringatan bahwa air dalam tangki panas meskipun tangki penuh.

Kondisi 3: Tangki belum penuh dan suhu tidak panas

  • Seven segment menampilkan angka 1.

  • LED Hijau menyala, menunjukkan bahwa tangki sedang diisi dan kondisi suhu masih aman.

Kondisi 4: Tangki belum penuh dan suhu panas

  • Seven segment menampilkan angka 3.

  • LED Merah menyala, memberi tanda bahwa tangki belum penuh tetapi suhu air tinggi (perlu perhatian).

Selesai (End)

Setelah kondisi terbaca dan indikator (LED, buzzer, seven segment) menunjukkan status yang sesuai, sistem tetap siaga untuk membaca kondisi berikutnya secara berulang.

VIDEO DEMO

 VIDEO DEMO



DOWNLOAD FILE

DOWNLOAD FILE

Download File Proteus klik disini

Download Video Simulasi klik disini

Download Datasheet IR Sensor klik disini

Download Datasheet LM35 klik disini

Download Datasheet 7 Segment klik disini

Download Datasheet Gerbang AND klik disini

Download Datasheet IC 74LS190 klik disini

Download Datasheet OP AMP 358 klik disini

Download Datasheet LED klik disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL 4

MODUL 3

MODUL 2